Kamis, 21 Maret 2019

Pemerintah AS Perintahkan Perusahaan-perusahaan Teknologi untuk Tidak Menyebarkan Video Terorisme Selandia Baru

Berita Tepat - Pasca tragedi penembakan masal terhadap kaum Muslimin di Selandia Baru, ketua Komite Keamanan dalam negeri Amerika Serikat menegaskan kepada seluruh perusahaan teknologi untuk berhenti menyebarkan konten penembakan tersebut.
Keempat perusahaan teknologi tersebut adalah Facebook, Google Alphabet (Pemilik Youtube), Twitter dan Microsoft untuk segera menghapus konten tidak berperikemanusiaan tersebut.
Karena menurut komite Keamanan Dalam Negeri AS, dengan tersebar luasnya video tersebut hanya akan menjadi cikal bakal teroris ekstrimisme yang baru.
Diketahui, di dalam video yang diunggah oleh pelaku tersebut berisikan penembakan sekitar 50 jemaah yang terbagi di dua masjid, disebutkan juga pelaku merupakan penganut supremasi kulit putih.
"Semakin tersebarnya video tersebut maka akan memunculkan gerakan ekstirimis terbaru, maka dengan itu perusahaan teknologi harus segera memberhentikan video tersebut agar tidak dikonsumsi oleh banyak orang," ujar Bennie Thomson selaku perwakilan komite keamanan dalam negeri AS melalui lansiran Reuters (20/3/2019).
Thomson akui, saat ini banyak sekali video tak berperikemanusiaan seperti itu tersebar di platform media sosial saat ini.
Dalam menanggapi pernyataan dari Homeland Security AS, perusahaan Microsoft menyatakan bahwa pihaknya akan siap bekerja sama dengan badan tersebut. 
Bernada sama dengan Microsoft, Google juga menyatakan bahwa pihaknya telah menghapus ribuan video seperti itu dan memperketat pencarian terhadap video baik pencarian youtube maupun google.
Sedangkan Twitter masih belum memberikan tanggapan secara langsung terkait penyebar luasan video tersebut. []

Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar