Tampilkan postingan dengan label Bank BNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank BNI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2020

BNI Cabang Ambon Lakukan Donor Darah Sebagai Bentuk Maknai HUT ke-73

Berita Tepat- Memaknai hari ulang tahun (HUT) Bank Negara Indonesia (BNI) ke 73 tanggal 5 Juli 2019 dengan tagline “Bersama Jadi Luar Biasa”, BNI Cabang Ambon bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ambon melakukan donor darah di lantai III kantor BNI Cabang Ambon, Jumat (5/7/19). Sebelumnya, ada pemotongan tumpeng oleh Pemimpin BNI Cabang Ambon yang diberikan kepada manajemen, mantan pemimpin cabang Dionne Limmon, pegawai tertua, termuda dan yang berulang tahun bersamaan dengan BNI serta Ustad Arsal Tuasikal.
Selain pegawai BNI Ambon, donor darah juga diikuti personil Kodam XVI/Pattimura dengan target 100 kantong darah. Yaitu Satuan kerja (Satker) MAKODAM XVI Pattimura (Puskodal Dam XVI, Sandidan XVI, Yonif Raider 723/Masariku, Den Zipur-5, Den Kav-5, Jasdam XVI, Babiminvet Caddam XVI, Ajendam XVI, Todan XVI, Kudam XVI, Kumdam XVI, Pendam XVI, Bintaldam XVI, Infolahtadam XVI, Pomdam XVI, Denmadam XVI), BEKAMDAM XVI (Mabelamdam XVI, Den Bekang 4416-01, Den Har Jasa IBT 1644-12, Den Jasa Ang 1644-13, Gudkaporlap 1644-11, Gudkan Permin Satri 1644-10), PALDAM XVI (Mapaldam XVI, Bengrah XVI, Gudmurah XVI, Gudpalrah XVI), HUBDAM XVI (Mahubdam XVI, Denhubrem 151/Binaiya).
Pemimpin BNI Cabang Ambon, Ferry Siahainenia mengatakan, donor darah yang dilakukan ini sebagai bentuk kepedulian BNI Cabang Ambon untuk membantu stok bank darah PMI Cabang Ambon. Serta wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan darah. Apalagi, kegiatan ini merupakan kegiatan sosial, sejalan dengan misi BNI di social responsibility, untuk bisa berbagi tak hanya lewat uang tapi setetes darah. Sebab darah yang disumbangkan ini pastinya sangat bermanfaat untuk masyarakat.
“Donor darah bekerjasama dengan PMI dan Satker yang dibawah otoritas Kodam XVI/Pattimura. Kami juga akan melaksanakan rekreasi bersama seluruh pimpinan, manajemen dan pegawai, Sabtu (6/7) di pantai Liang. Untuk donor darah, harapan kita banyak yang datang karena karena target kita 100 kantong, pasti didominasi TNI AD Kodam XVI Pattimura. Sementara internal, semua pegawai dilibatkan menyumbang darahnya. Kita juga syukuri HUT dengan pemotongan tumpeng, doa bersama dan sebelumnya ada lomba tenis meja untuk internal pegawai sejak 2 Juli. Puncaknya hari ini,” tukasnya kepada awak media di ruang kerjanya.
Selain donor darah, diakui Ferry, pada kegiatan rekreasi, Sabtu (6/7) di pantai Liang pihaknya ada mengirim juga BNI Layanan Gerak (BLG), mobil pelayanan bagi masyarakat yang bisa dijangkau di Liang dan sekitarnya, kemudian ada CSR juga yang akan berbagi disitu. Baginya, tagline “Bersama Jadi Luar Biasa” di HUT ke 73 merupakan inspirasi dari manajemen pada semua pimpinan dan pegawai. Karenanya di Ambon, momentum ini dipakai untuk meningkatkan nilai-nilai kebersamaan yang telah terbangun baik selama ini. Secara eksternal, akan selalu bisa mengembangkan layanan dan bisnis.
Di usia BNI ke 73, dirinya berharap dan bertekad membangun Maluku dengan kebijakan, tugas-tugas dan tanggungjawab yang diberikan sebagai pimpinan lewat beberapa pengembangan sektor usaha yang ada disini, pelayanan masyarakat, kebijakan-kebijakan yang bisa diberikan, tentu akan melakukan untuk kepentingan masyarakat bagi pengembangan kota Ambon khususnya dan umumnya Maluku. Apalagi ada keterpanggilan sebagai putera daerah sehingga itu ada rasa memiliki, ingin berbagi, berbakti untuk Ambon dan Maluku.
“Pastinya, HUT ke 73 ini juga menjadi motivasi untuk BNI Cabang Ambon dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Karena konsistensi kita itu jelas. Kita ingin meningkatkan layanan dan juga meningkatkan bisnis. Terutama kepedulian kita pada masyarakat. Jadi yang sudah berjalan saat ini khan, Ambon salah satu barometer bisnis dan layanan untuk wilayah. Karena kami dibawah supervisi wilayah Makassar. Kami ingin kontribusi kami ini betul-betul nyata dan bisa dirasakan masyarakat,” kunci Ferry.
Serda Dwiki Dharmawan mengaku, aksi donor darah ini sudah sering dilakukan TNI/AD sebagai kepedulian dan berbagi kepada masyarakat melalui bank darah PMI. “TNI selalu siap ketika membutuhkan bantuan dari masyarakat termasuk menyumbangkan darah. Semoga yang BNI Ambon lakukan ini, darah yang telah disumbang dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya.

BNI Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman

Berita Tepat - Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan bahwa dana nasabah di cabang bank tersebut di Ambon tetap aman. Nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di BNI. Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan, peristiwa yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum dalam sebuah sindikat, sehingga tidak dapat mempengaruhi kondisi BNI secara umum. Nasabah dan masyarakat umum tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi dan menyimpan dananya di BNI. 

Menurut Putrama yang akrab disapa Iwan, terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu khawatir dengan BNI, yaitu pertama, operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon. Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga dibuktikan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar.

Ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI. Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya," ujar Putrama dalam keterangan resminya, Sabtu (19/10/2019).

Hasil investigasi mengidentifikasi kondisi yang tidak wajar, yaitu terdapat dugaan adanya sindikat yang menawarkan investasi yang tidak wajar. Dimana FY, yang merupakan bagian dari sindikat, mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal hasil yang cukup besar untuk berbisnis.

Para penerima aliran dana disinyalir adalah para pemilik modal yang seolah- olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum, padahal dananya berasal dari hasil penggelapan dana bank. Nilai dana yang digelapkan FY berdasarkan temuan hasil pemeriksaan internal mencapai sekitar Rp58,95 miliar. 

Berdasarkan hasil temuan internal tersebut, BNI menemukan adanya kejangalan transaksi dan atas temuan ini, BNI Mengambil tindakan segera dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak Polda Maluku untuk mengungkapkan dan menuntaskan kasusnya, serta mengupayakan recovery dana BNI yang digelapkan oleh sindikat. 

Salah satu potret yang dapat menunjukkan kinerja BNI Ambon memuaskan dapat dilihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun di seluruh Outlet yang berada dibawah koordinasi Kantor Cabang Ambon. Ini juga bukti dari animo masyarakat Ambon untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI yang cukup tinggi.

Data per September 2019 menunjukkan bahwa DPK yang dihimpun di Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06% secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018. DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI. Tak hanya itu, DPK BNI tersebut sebagian besar karena ditopang oleh pertumbuhan tabungan dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI mencatat bahwa di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99% dan 27,96% secara year on year (YoY).

Tidak hanya meningkatkan pelayanan perbankan. BNI juga hadir di Ambon dan sekitarnya dengan beragam dukungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung. Dukungan tersebut antara lain adalah Desa Wai, Desa Liang, Kabupaten Seram Bagian Barat, BNI menyalurkan bantuan bagi Korban gempa berupa Sembilan bahan makanan pokok (Sembako) dan perlengkapan kedaruratan (seperti selimut hingga makanan bayi).

Hal yang sama dilakukan BNI di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Di sini BNI menyalurkan 1.000 paket sembako untuk masyarakat yang kurang beruntung bekerjasama dengan Kodam. Tidak tertinggal di bidang pendidikan, BNI juga menyalurkan bantuan renovasi untuk taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar Rutong di Kota Ambon.



Sumber : Sindonews.com

Keputusan Dari Hasil RUPSLB, Achmad Baiquni Ditetapkan Kembali Mengisi Direktur Utama

Berita Tepat - Pada akhirnya perubahan besar-besaran terjadi yang dilakukan kementerian BUMN untuk menyusun kembali susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100). Perombakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Jumat (30/8).

Posisi Direktur Utama BNI tidak berubah dan tetap dijabat Achmad Baiquni. Namun, RUPSLB BNI mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI menggantikan Anggoro Eko Cahyo. Sebelumnya Ario menjabat Kepala Cabang Luar Negeri BNI Tokyo.
Adapun Anggoro digeser menjadi Direktur Konsumer BNI. "RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8).

Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta.
Sedangkam di susunan komisaris, RUPS memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris dan mengangkat Askolani sebagai komisaris yang baru.

Berikut susunan pengurus baru BNI :

Dewan Komisaris

Komisaris Komisaris Utama: Ari Kuncoro

Wakil Komisaris Utama : Hambra
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Askolani
Komisaris : Revrisond Baswir
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Pataniari Siahaan
Komisaris : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris : Sigit Widyawan


Dewan Direksi

Direktur Utama: Achmad Baiquni

Wakil Direktur Utama : Herry Sidharta
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok PS Simanjuntak
Direktur Tresury dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur TI dan Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Managemen Risiko: Rico Rizal Budidarmo
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah




Direktur Utama, Achmad Baiquni Akan Tetap Pimpin BNI

Berita Tepat - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sudah melakukan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris pada tubuh perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

RUPSLB yang sudah dikordinasikan oleh Pihak BNI dan yang akan berlangasung di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Jumat (30/8/2019) pada pukul 14.00 WIB.

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo juga sedikit menyampaikan, kalau ada sebuah pergantian dalam jajaran direksi pada BNI. Namun posisi Direktur Utama (dirut) masih diduduki oleh Achmad Baiquni.

Sedangkan pada jajaran Dewan Direksi, Ario melanjutkan, ada sebagian perombakan yang dilakukan. Seperti Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Jaringan, dari Catur Budi Harto menjadi Tambok P Setyawati.

Selanjutnya, Direktur Bisnis Konsumer dari Tambok P Setyawati menjadi Anggoro Eko Cahyo. Lalu Direktur Tresuri dan Internasional dari Rico Budidarmo menjadi Bob Tyasika Ananta.

Dan untuk Direktur Keuangan dari Anggoro Eko Cahyo menjadi Ario Bimo, serta Direktur Manajemen Risiko dari Bob Tyasika Ananta jadi Rico Budidarmo.

Berikut ini jajaran direksi Baru BNI Hasil RUPSLB:
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah.

Profil Achmad Baiquni


Achmad Baiquni memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Achmad Baiquni Juga disebut sebagai bankir berdarah dingin.

Dalam hal pendidikan‎, Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada 1992.

Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.


Sumber : Liputan6.com

Rabu, 05 Februari 2020

Baiquni Tetap Menjadi Dirut Tapi Direksi Dirombak Hampir Menyeluruh


Berita Tepat - Setelah Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara, kini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat siang ini (30/8/2019). 

Dan pada hasil keputusan, Achmad Baiquni masih dipertahankan sebagai Direktur Utama BNI. Dia sebelumnya diangkat dalam RUPS BNI pada 17 Maret 2015 dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015. 

Lahir tahun 1957, Baiquni memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina. 

Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI (2010 - 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi BNI (2006 - 2008) dan Direktur Konsumer BNI (2003-2006). 

Selain itu, RUPSLB juga memutuskan pergantian satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan. 

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo sebelumnya sudah memberi sinyal kemungkinan ada pergantian direksi dan komisaris pada BBNI. 

"[BNI] Kemungkinan ada perubahan pengurus. Direksi dan Komisaris," kata Gatot di Menara BTN, Kamis (29/8/2019). 

Menurut Gatot, Komisaris baru BTN Marwanto juga dipindahkan dari BNI sehingga ada posisi kosong dari jajaran Komisaris di BNI. 

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB: 

Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah 



Sumber : Cnbcindonesia.com

Bawahannya Banyak Yang Diganti, Achmad Baiquni Masih Menjadi Dirut


Berita Tepat - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sebelumnya Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara juga telah menggelar RUPSLB. 

Dalam RUPSLB itu, susunan direksi dan komisaris perseroan telah diubah satu persatu. Namun, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI. 

Dan inilah berbagai pergantian susunan pejabat BNI ialah, satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan.  

"Kemudian (RUPSLB) memberhentikan dengan hormat saudara Catur Budi Harto dari jabatan sebagai direktur bisnis usaha mikro kecil dan menengah," kata Direktur Keuangan BNI Ario Bimo yang baru saja diangkat, di Jakarta. 

Sementara itu di jajaran komisaris ada pergantian Marwanto Harjowiryono yang dipindahkan menjadi Komisaris Bank BTN, digantikan oleh Askolani, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Sebelumnya Askolani adalah Komisaris Bank Mandiri yang digantikan oleh Rionald Silaban, dari Kementerian Keuangan. 

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB: 


Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah 



Sumber : Finance.detik.com

Kamis, 07 November 2019

Profil Dari Achmad Baiquni, Bankir Terkenal


Achmad Baiquni (Bankir)

Achmad Baiquni (lahir di Surabaya, Jawat Timur 1 Januari 1957; umur 62 tahun) adalah seorang bankir asal Indonesia yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) .
Selain itu, Achmad Baiquni juga termasuk anggota kepengurusan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang beralamat di Jln. Tebet Dalam IV E No. 70, Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Pendidikan
Dalam hal pendidikan‎, Achmad Baiquni telah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1982. Ia juga sudah meraih gelar Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada tahun 1992.

Kemampuannya mengelola bank diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di antaranya : 
  • Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda
  • Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania  di Amerika Serikat
  • Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR  di Singapura
  • Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura
  • Asian Bankers Surveyor Programme yang digelar oleh Bank of New York di New York, Amerika Serikat
  • dan beberapa lainnya.
  • Discovery and Dream Workshop dalam rangka penyusunan Corporate Plan BNI 2019-2023 yang diselenggarakan oleh BNI dan MC Kinsey
  • Compliance Forum Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan yang diselenggarakan BNI
Manajemen Risiko level 5 pada Program Eksekutif yang diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR)

Karir
Dalam hal karir, Achmad Baiquni telah lama bergelut menjadi bankir di Tanah Air. Di tahun 1984, ia meniti karir sebagai bankir di BNI. Beberapa jabatan yang sempat ia duduki adalah:

  • Direktur Korporasi PT BNI Tbk (2003-2006)
  • Direktur Korporasi PT BNI Tbk (2006-2008)
  • Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah PT BNI (2008-2010)
  • Direktur Korporasi;
  • Direktur Konsumer;
  • Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal
  • Direktur Keuangan PT BRI Tbk (2010-2015)
  • Direktur Utama PT BNI Tbk (2015-sekarang)

Sebelum ia menjadi Dirut BNI, Achmad Baiquni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak 20 Mei 2010. Berdasarkan RUPS tanggal 17 Maret 2015, ia diangkat sebagai Direktur Utama BNI dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015. Pada saat itu, RUPS BNI dan BRI merombak hampir sebagian besar manajemen, baik di jajaran komisaris maupun direksi.

Pada tahun 2009, BNI yang dipimpin oleh Achmad Baiquni sudah mengucurkan kredit usaha rakyat sebesar Rp 26,1 miliar dengan tujuan untuk membentuk keseriusan bank memberdayakan ekonomi masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam dan juga memaksimalkan KURS di NTB.

Tak hanya mengucurkan kredit usaha rakyat, BNI bekerja sama dengan pihak Garuda Penerbangan Indonesia untuk menggelar paket perjalanan wisata 5 destinasi menarik di Indonesia, di antaranya Belitung, Labuan Bajo, Malang, Padang, dan Banyuwangi pada Agustus-November 2017.


Sumber : Wikipedia