Rabu, 06 Februari 2019

Zack Snyder Ingin Bikin Film Solo Dulu Sebelum Justice League

Berita Tepat - Selama beberapa tahun terakhir, Warner Bros. dan DC Extended United (DCEU) mengalami masa-masa naik turun dengan beberapa produksi filmnya.
Pada tahun 2016, Warner Bros. dan DCEU merilis Batman vs Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad yang mendapat banyak kritik meskipun memperoleh banyak keuntungan di box office.
Sementara pada tahun 2017, Wonder Woman mendapatkan banyak pujian dan juga berhasil di box office, sedangkan di tahun yang sama, Justice League, justru malah berada dalam kondisi yang tidak baik.  
Dan kemarin pada tahun 2018, DCEU kembali sukses besar saat Aquaman rilis di box office. Kehadiran film arahan James Wan ini berhasil mengembalikan DC ke jalurnya, serta menimbulkan pertanyaan di penggemar mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada DC?
Industry Insider, Deil Daly, baru-baru ini mengutarakan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada DC, dan terungkap fakta bahwa Zack Snyder, sutradara Man of SteelBatman vs. Superman: Dawn of Justice, dan Justice League (sebelum mundur dan digantikan oleh Joss Whedon).
Menurut Deil, seperti yang dilansir oleh Heroic Hollywood, Snyder awalnya menginginkan untuk membuat film solo dari masing-masing karakter superhero yang tergabung di Justice League sebelum kemudian menggabungkan semua di dalam Justice League.
Warner Bros yang ingin segera menyalip sukses dari rivalnya Marvel, ingin mempercepat tahapan itu dengan mendorong Snyder untuk mengerjakan proyek Justice LeagueSnyder sendiri rumornya punya 6 rencana film dan tidak akan menyutradarai semua proyek film solo tersebut.
Proyek film-film itu akan ia serahkan kepada sutradara lain yang se visi dengannya. Dia sendiri akan fokus untuk proyek-proyek utama DCEU seperti Man of Steel 2Justice League 2, dan Justice League 3. Itu rencana yang semula ingin dilakukan oleh Snyder.
Kini DC Film sedang bersiap-siap untuk merilis salah satu film solo yang juga dinanti-nanti oleh penggemarnya, Shazam! yang dijadwalkan rilis pada bulan April 2019. Meski akan rilis hampir berbarengan dengan Avengers: Endgame, hal itu nampaknya tidak membuat pihak DC memutuskan untuk memundurkan waktu rilisnya.
DC pun berharap tren positif dari Aquaman kembali diteruskan saat Shazam! tampil di bioskop. Sejauh ini para penggemar menyukai dengan apa yang mereka lihat melalui trailer maupun beberapa foto dan poster.
Disutradarai oleh David F. Sandberg (Annabelle: Creation) serta skenario yang ditulis oleh Henry Gayden dan Darren Lemke, Shazam! bakal dibintangi oleh Asher Angel, Zachary Levi, Mark Strong, Jack Dylan Grazer, Grace Fulton, Ian Chen, Jovan Armand, Faithe Herman, Cooper Andrews, Marta Milans dan Djimon Hounsou.[]

Sumber : Akurat.co

    Meski Timnya Jago Menyerang, Emery Akui Arsenal Lemah Saat Bertahan

    Berita Tepat - Liga Primer Inggris musim 2018-2019 jadi kali pertama bagi Unai Emery menangani Arsenal. Meski belum lama, manajer asal Spanyol itu sudah cukup membaca bagaimana keadaan timnya. Ia bahkan tak segan mengatakan bahwa Arsenal jago menyerang tapi lemah dalam pertahanan.
    “Kami memang mencetak gol dengan sangat baik bersama pemain-pemain kami saat menyerang, tapi kami harus berkembang secara defensif,” ujar Emeriy seperti dilansir dari Goal Internasional.
    Meski begitu, mantan pelatih PSG ini terbilang sudah cukup baik menjalani proses adaptasinya bersama The Gunners –julukan Arsenal- selama ajang Liga Primer Inggris. Buktinya, Emery mampu mengubah banyak hal, mulai dari taktik Arsenal sampai rotasi pemain yang lebih banyak mepercayai pemain-pemain muda.
    Tapi hal itu tak lantas membuat Emery puas, ia merasa bahwa timnya masih harus terus berkembang. 
    "Banyak hal yang kini terasa jadi lebih baik, dan kami ingin terus mempertahankan itu. Juga menemukan keseimbangan yang tepat supaya tidak banyak membiarkan lawan membuat peluang. Cara kerja kami adalah dengan penentuan waktu, hasrat, dan dari itu kami ingin terus berkembang," tambahnya.
    Menyinggung soal keinginan agar Arsenal terus berkembang, sang manajer pun mengatakan bahwa salah satu cara mewujudkan hal itu adalah dengan mendapatkan pemain-pemain yang dia inginkan.
    Sayang, Arsenal justru lebih dikenal sebagai klub yang tidak terlalu hobi membeli pemain, membuat Emery mau tak mau merasa puas dengan skuatnya yang ada saat ini.
    "Bursa transfer ini tidak mudah dan tidak mungkin mengubah banyak hal untuk membantu kami memberikan performa terbaik, dan saya sangat senang dengan pemain yang kami punya saat ini," jelas Emery.
    "Kami menyambut beberapa pemain yang mulai pulih dari cedera, dan saya pikir mereka bisa membantu kami dalam tiga bulan terakhir musim ini."

    Sumber : Akurat.co

    Senin, 10 Desember 2018

    Misbakhun Dan Kasus Korupsi, Tidak Ada Kaitannya Tertentu


    Yusril Ihza Mahendra Seorang mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan bahwa kasus Misbakhun yang membuat Muhammad Misbakhun harus menjalani hukuman tahanan, tapi tidak ada kaitannya dengan Kasus Misbakhun korupsi. Namun,terdapat banyak masyarakat sekali menganggap itu sebagai kasus Misbakhun korupsi. 

    "Termasuk oleh SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Yusril, saat acara launching buku Misbakhun berjudul "Melawan Takluk", Senin (15/10) di Jakarta.

    Dijelaskan oleh Yusril, motif politik ini dalam kasus Misbakhun sudah sangat jelas. Yusril juga  menilai bahwa kasus letter of credit yang dituduhkan ke Misbakhun terlihat tidak seperti kasus korupsi dan ini tidak masuk akal. Seorang komisaris perusahaan dituntut bertanggungjawab. “Ini terlalu jauh dalam mengeluarkan LC, komisaris dituding ikut serta melakukan,” katanya.

    Yusril juga menegaskan lagi, kasus itu pun terjadi karena Misbakhun sangat lantang berbicara dalam mengungkapkan dan meminta skandal Bank Century dibawa ke ranah hukum saat menjadi anggota DPR. Menurut dia, sampai saat ini tidak ada kejelasan proses hukum kasus Bank Centrury itu.

    Yusril juga menegaskan, seharusnya putusan Peninjauan Kembali (PK), membatalkan putusan sebelumnya. Dan Apa yang didakwakan tidak ada yang terbukti nya sampai sekarang, seperti yang telah dituduhkan kepada Misbakhun kalau Misbakhun Korupsi. Dan itu membebaskan dan mendudukkan hak dan martabat ke posisi semula.

    “PK tetap membatalkan kasasi dan membebaskan serta mengembalikan ke posisi semula,” ujarnya.

    Dia menegaskan, proses hukum yang harus dijalani Misbakhun penuh dengan rekayasa. “Semoga kasus Misbakhun tidak kembali terulang ke orang-orang lain,” tegasnya.

    Sebelum launching buku itu digelar teater yang menggambarkan detik-detik Misbakhun dijadikan tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan LC fiktif Bank Century.

    Misbakhun juga menegaskan, buku kriminalisasi terhadap dirinya merupakan noktah hitam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. “SBY Demokrat sejati, taat hukum, menjunjung Hak Asasi Manusia, tapi dalam kasus saya beliau terbukti melakukan kriminalisasi,” kata Misbakhun dalam sambutannya. “Dan ini akan dicatat dalam sejarah pemerintahan SBY bahwa dalam pemerintahannya beliau pernah memenjarakan seseorang yang namanya Muhammad Misbakhun,” ungkap dia.

    Misbakhun mengaku tegar saat di sel penjara. Apalagi, ketika keluarganya menerima semua itu. Karenanya, ia salut kepada anak dan istrinya. “Itu merupakan energi positif bagi saya, bagaimana saya harus melawan dan berani bertindak kalau memang tidak salah. Bagaimana strategi saya harus melawan,” katanya.

    Tak Ada Jeranya Andi Arief Menuding Tanpa Bukti, Misbakhun Tanggapi Tudingan itu


    Dalam cuitannya di Twitter, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut politikus Partai Golkar terkait Misbakhun sebagai dalang penerbitan artikel Asia Sentinel yang menyudutkan pemerintah era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan isu Misbakhun korupsi pada skandal Bank Century. Misbakhun menagih bukti.


    "Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal jenderal kardus, bicara soal mahar politik, semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti," ujar Misbakhun di Jakarta, Kamis (13/9/2018).


    Misbakhun mengungkapkan tak punya kuasa menggerakkan media asing seperti yang dituduhkan Andi. Misbakhun menyebut dirinya bukan siapa-siapa.

    "Memangnya saya ini siapa kok sampai dianggap bisa menggerakkan media asing untuk menulis soal Century," tambahnya.


    Misbakhun menegaskan, rekam jejak John Berthelsen selaku penulis artikel tidak hanya menulis soal skandal Century. Berthelsen disebut Misbakhun juga fokus mencermati skandal-skandal besar di negara lain.


    "Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014. Semua juga sudah terpublikasi," tegasnya.


    Andi memang mengaitkan kasus Century dengan kasus Misbakhun. Andi Arief bahkan menyebut Misbakhun sebagai mantan napi. Dalam kasus Misbakhun, dia menegaskan sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat peninjauan kembali Mahkamah Agung.


    "Saya bebas murni pada 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.


    Sebelumnya, Andi Arief menyerang Misbakhun terkait pemberitaan Asia Sentinel. Menurut dia,Misbakhun ada di belakang berita media asing Asia Sentinel mengenai skandal Bank Century dan kaitannya dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


    "Kasus Century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus Century Misbakhun yang paham soal Century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi Arief.


    "Hoaks, ini kabarnya kerjaan mantan napi LC bodong Century yang bayar media asing biar keren, seakan-akan pengamat asing bener. Dasar Miskabur bur," kata Andi dalam cuitan lainnya.
    Berikutlah Artikel mengenai Kasus Misbakhun terkait dituduhnya Misbakhun korupsi.

    Dari Sebuah Kasus Yang Menimpa Misbakhun, Penguasa harus mengambil Pelajaran Dari Itu


    Sesuatu yang menimpa mantan anggota DPR dan salah seorang inisiator Hak Angket Kasus Bank Century Muhammad Misbakhun yang terkena Tuduhan kalau Misbakhun Korupsi harus menjadi pelajaran bagi para penguasa, siapa pun. Tidak boleh ada lagi penguasa yang menggunakan kekuasaannya untuk "membungkam" anak negeri ini yang kritis dan mengungkapkan sebuah kasus. 

    Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, Sabtu (28/7/2012) sore ini. 

    "Penguasa yang tiran seperti itu, cepat atau lambat akan terkena badai karena yang menyedihkan saat mereka tidak lagi berkuasa, mereka akan menghadapi pengadilan dan hukuman yang sama," kata Bambang, yang juga dikenal sebagai salah seorang inisiator hak angket kasus Bank Century di DPR. 

    Bambang kemudian mencontohkan kasus mantan Presiden Moamar Khadafi di Libya yang mati di selokan. Mantan Presiden Filipina Arroyo yang menjadi pesakitan di pengadilan dengan tuduhan terlibat dalam kecurangan, dan mantan-mantan penguasa di berbagai belahan dunia lain yang saat memerintah berlaku zholim dan berakhir menyedihkan dan sengsara. 

    "Dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) Kasus Misbakhun oleh Mahkamah Agung atas tudingan Kalau Misbakhun korupsi yang menyeret dirinya ke penjara dan kehilangan kedudukannya sebagai anggota DPR, terkait Bank Century saat kasus Misbakhun itu diungkap, menjadi bukti adanya kriminalisasi terhadap anggota DPR yang vokal dan kritis," jelasnya. 

    Sebagaimana diketahui, Misbakhun merupakan salah satu dari sembilan inisiator Hak Angket Kasus Bank Century di DPR yang menyeret sejumlah petinggi Bank Indonesia (BI), orang-orang lingkar satu kekuasaan hingga Wakil Presiden Boediono yang sebelumnya menjadi Gubernur BI. 

    Misbakhun dituduh terlibat dalam kasus penerbitan letter of credit (L/C) palsu oleh Kepolisian Negara di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Misbakhun akhirnya ditahan dan diadili. Ia bahkan dinyatakan bersalah dan divonis penjara beberapa tahun. 

    Namun, Misbakhun tidak bisa menerima dan merasa dirinya tidak bersalah sehingga mengajukan PK untuk Kasus Misbakhun yang menimpanya. Adapun bunyi putusan PK MA Misbakhun adalah menyatakan kasus Misbakhun bukan kasus pidana akan tetapi kasus perdata. 

    Oleh sebab itu,  Semua tuduhan atas Misbakhun Korupsi Tidaklah Benar. Maka dari itu Misbakhun dibebaskan dari segala tuntutan hukum dan dikembalikan nama baiknya serta direhabilitasi harkat dan martabatnya pada kedudukan semula.

    Akibat Dari Tuduhan Kasus Korupsi, Misbakhun Sempat Dicurigai Banyak Di Pihak Lain



    Mukhamad Misbakhun mengawali karirnya pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kala itu Misbakhun mengalami musibah seperti tudingan yang ia dapat dan sempat menjadi orang yang dicurigai pihak lain.

    Terlebih saat Misbakhun sempat menjadi tersangka dalam kasus dugaan L/C fiktif Bank Century pada tanggal 26 April 2010 silam, yang membuat seolah-olah Misbakhun korupsi. Saat itu, Misbakhun yang masih merupakan anggota aktif  Komisi XI dari Fraksi PKS tiba–tiba di tuduh menjadi dalang penebitan letter of credit

    Terkait tudingan yang di dapatkan dirinya bahwa Misbakhun korupsi, dan itu menjadikan menjadi kasus Misbakhun. Mukhamad Misbakhun juga dicurigai mempunyai ikatan dengan mafia pajak dengan Denny Indrayana Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum.

    Kembali Pada kasus Misbakhun, terjadinya tudingan Misbakhun korupsi kala itu masih pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Misbakhun dinyatakan bersalah dan sudah divonis kurungan penjara selama beberapa tahun, dengan tudingan itu Misbakhun mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Kasus Misbakhun ini yang ditangani oleh Hakim Agung Artidjo Alkostar sebagai ketua, dengan anggota Mansyur Kertayasa dan M. Zaharuddin Utama.

    Setelah melakukan beberapa pertimbangan, akhirnya Mahkamah Agung memutuskan Misbakhun tidak bersalah dan membebaskan secara murni dari semua tuduhannya itu.


    Menanggapi hal ini, inisiator Angket Kasus Bank Century DPR, Andi Rahmat, menuding kasus Misbakhun dan masalah Misbakhun Korupsi didalangi oleh oknum Satgas Antimafia Hukum.


    Sementara itu perihal masalah tudingan Misbakhun korupsi  yang di pertanyakan kepada Polri yang telah menetapkan dirinya sebagai tersangka pernah menjadi pertanyaan, jika memang Misbakhun korupsi maka dirinya seharusnya di panggil untuk di lakukannya pemeriksaan, tapi ternyata tidak ada pemanggilan untuk perkara kasus Misbakhun ini.

    Dan dengan adanya skandal ini yang semula Mukhamad Misbakhun berpolitik di Partai Keadilan Sejahtera, akhirnya Misbakhun banting setir pada Partai Golongan Karya (Golkar).

    Tetapi, pindahnya Misbakhun pada partai Golkar bukan karena kasus Misbakhun ini, tetapi karena di PKS kursinya telah digantikan oleh Muhammad Firdaus melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

    Kepindahannya Tak Ada Kaitannya Dengan Kasus Tuduhan Korupsinya


    Politisi Muhammad Misbakhun akhirnya mengakui dirinya Keluar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pindah ke Partai Golkar. Namun, Misbakhun berkata, dia tidak memiliki masalah dengan PKS. Keputusannya untuk pindah disebut sebagai pilihan politiknya pribadi Bukan masalah tentang Misbakhun Korupsi.

    "Benar bahwa saya sudah berpamitan dengan Presiden PKS, Ustaz Anis Matta dan beberapa pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS. Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika dalam politik yang baik, untuk menjaga hubungan secara baik, dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik," ujar Misbakhun dalam pernyataan pers yang diterima, Jumat (8/3/2013). 

    Misbakhun mengatakan, perpisahan itu dipenuhi rasa persahabatan. Presiden PKS Anis Matta juga sempat memberikan banyak pesan kepada dirinya 

    Sebelumnya, Misbakhun terduga menjadi tersangka dalam kasus dugaan L/C fiktif Bank Century pada tahun 2010 silam. Kasus Misbakhun itu  tidak terbukti adanya Misbakhun Korupsi karena dugaan itu hanyalah tuduhan dan Misbakhun dinyatakan tidak bersalah . Saat itu, Misbakhun merupakan anggota Komisi XI dari Fraksi PKS. Setelah menjadi tersangka, Fraksi PKS kemudian mengganti Misbakhun dengan Muhammad Firdaus. Tetapi, setelah digantikan, ternyata Mahkamah Agung memutuskan Misbakhun tidak bersalah. Misbakhun sempat meminta partainya melakukan rehabilitasi atas nama baiknya saat terjadinya Kasus Misbakhun, tetapi permintaan itu tidak direalisasikan hingga kini. 

    "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader PKS atas dukungannya selama ini kepada saya," katanya. 

    Saat ini, Misbakhun mengaku sudah mengikuti proses orientasi sebagai fungsionaris Partai Golkar. "Bagi saya, pengabdian untuk masyarakat bisa melalui banyak cara dan jalan. Begitu juga atas pilihan melalui partai politik mana yang harus saya pilih untuk melakukan tugas pengabdian ke masyarakat tersebut. Pilihan saya untuk saat ini dan ke depan adalah melalui Partai Golkar," ucapnya. 

    Misbakhun mengatakan, Golkar mempunyai sejarah panjang dan teruji secara struktural di masyarakat. "Saya ingin menjadi bagian dari sejarah cemerlang Partai Golkar di masa yang akan datang untuk membangun bangsa dan negara," katanya.